Rabu, 20 Februari 2013

Westernisasi di Indonesia

Tahukah kalian apa yang terjadi pada negara kita sekarang? Westernisasi !!

Zaman sekarang fenomena tersebut telah merasuki setiap sisi kehidupan masyarakat Indonesia khususnya anak muda. Namun apa kalian tahu apa itu westernisasi...

Westernisasi adalah fenomena masuknya budaya-budaya barat ke negara-negara timur. Westernisasi terjadi akibat lemahnya pemahaman tentang budaya asli nenek moyang di setiap masyarakat. Westernisasi yang terjadi tidak hanya yang terlihat langsung saja tapi banyak juga yang tidak terlihat secara langsung.

Negara kita merupakan salah satu negara timur yang sudah terkena dampak westernisasi. Mulai dari hal-hal kecil seperti cara makan hingga ke cara berpikir yang secara tidak sadar telah dirasuki oleh virus westernisasi itu. Padahal Indonesia merupakan negara yang kaya akan budaya asli masyarakatnya. Namun karena lemahnya pemahaman serta penanaman budaya nenek moyang itu kepada generasi muda akibatnya generasi muda kita sekarang banyak yang tidak tahu apa yang disebut 'cara hidup orang Timur'.

Sewaktu kita sekolah di pendidikan dasar (SD) pastinya kita sering mendengar kata Gotong Royong'. Nah sebenarnya gotong royong itulah yang merupakan prinsip hidup orang Indonesia. Gotong Royong adalah sebuah bentuk sikap dimana satu pihak membantu pihak yang lain atau lazim disebut tolong menolong.

Tapi zaman sekarang saya sudah sangat jarang mendengar kata Gotong Royong. Yang terjadi saat ini di negara kita adalah Individualisme. Dimana setiap individu hanya mendahulukan kepentingannya masing-masing tanpa memperdulikan kepentingan bersama. Itu sangat mengerikan.

Salah satu indikasi masuknya budaya barat di Indonesia adalah fenomena yang terjadi pada anak muda. Beberapa perilaku serta kebiasaannya telah berbeda dari generasi muda 50 tahun yang lalu. Contoh kecil saja yaitu telah hilangnya kebiasaan cium tangan ke orangtua ketika akan keluar rumah. Ritual cium tangan biasanya dilakukan ketika anak berpamitan keluar rumah ataupun ketika ada tamu orang yang dituakan datang ke rumah kita. Jaman sekarang yang terjadi ialah anak hanya akan menyapa orangtuanya ketika berpamitan. Contohnya :

"Pah aku pergi dulu ke rumah teman" atau "Mah aku keluar dulu ya".

Kalimat itu diucapkan sambil keluar rumah tanpa ada interaksi atau bertatap muka langsung pada orangtuanya apalagi mencium tangan. Contoh diatas banyak terjadi di sekitar kita apalagi di sekitar saya. Cara berpamitan seperti itu sangat sering saya lihat di film-film Barat. Mereka yang tidak lagi melakukan ritual cium tangan itu tidak mengerti bahwa ada makna-makna yang terkandung di dalamnya. Agama pun menganjurkan perilaku cium tangan tersebut. Tapi semakin lama ritual mencium tangan itu telah mulai hilang tergerus habis akibat banyaknya generasi muda yang terinfeksi budaya barat. Itu hanya sebagian kecil pengaruh westernisasi pada masyarakat kita.

Contoh lain yaitu dari cara berpakaian, yang ini memang terlihat sangat-sangat jelas. Banyak anak muda yang memakai pakaian terbuka dan yang sedang 'in' demi bisa dibilang 'anak gaul' padahal yang dimaksud gaul itu bukan cuma dari cara berpakaian tapi gaul yang seutuhnya atau yang benar adalah ketika seseorang dapat kreatif menunujukkan kreasinya di depan banyak orang atau menurut saya gaul itu adalah ketika seseorang mengetahui fenomena, berita, informasi terbaru apa saja yang terjadi di masyarakat saat ini.

Jadi inti dari tulisan ini  adalah kita sebagai generasi muda Indonesia boleh saja mengekspresikan diri pada dunia luar/lingkungan namun kita perlu tahu apa saja batas-batas yang tidak boleh kita lewati. Selagi bergaul itu ke arah positif silahkan saja. Kita tidak dilarang untuk mengikuti budaya baru yang masuk akan tetapi selayaknya kita harus lebih cerdas memilih yang mana baik dan sejalan dengan budaya asli masyarakat Indonesia dengan budaya yang sama sekali tidak pernah diajarkan oleh orangtua. Dan yang paling hormati dan hargailah orangtua kalin masing-masing teman... ^_^



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar